SMK Muhammadiyah 2 Boja Perkuat Sinergi Sekolah-Orang Tua, Komite Dorong Kualitas Layanan dan Lulusan

Rapat Komite SMK Muhammadiyah 2 Boja dengan seluruh Wali siswa kelas X

Kemajuan sekolah tidak hanya ditentukan oleh program internal, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif orang tua dan komite. Komitmen memperkuat kolaborasi itulah yang menjadi fokus dalam rapat komite SMK Muhammadiyah 2 Boja, Sabtu (25/7/2026).

Kegiatan tersebut menjadi ruang komunikasi antara sekolah, komite, dan wali murid untuk menyamakan persepsi sekaligus menyusun strategi pengembangan sekolah dalam tiga tahun ke depan.

Kepala SMK Muhammadiyah 2 Boja, Nur Khirin, mengatakan rapat komite tersebut memiliki sejumlah landasan, salah satunya Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 tentang Kemitraan Sekolah dengan Orang Tua Wali.

Regulasi tersebut menegaskan pentingnya hubungan kolaboratif antara sekolah dan keluarga dalam mendukung keberhasilan pendidikan.

“Rapat komite ini menjadi momentum untuk menyinkronkan program sekolah dengan dukungan orang tua wali. Sekolah tidak bisa berjalan sendiri, tetapi membutuhkan kemitraan yang kuat agar visi, misi, dan program pengembangan sekolah dapat terwujud,” ujar Nur Khirin.

Kepala SMK Muhammadiyah 2 Boja, Nur Khirin saat menyampaikan paparan rapat komite

Selain regulasi pemerintah, kegiatan tersebut juga mengacu pada ketentuan Majelis Dikdasmen PP Muhammadiyah Nomor 100 Tahun 2017 tentang kemitraan sekolah dengan orang tua wali.

Dalam rapat tersebut, berbagai agenda strategis dibahas. Mulai dari program pencapaian visi dan misi sekolah selama tiga tahun ke depan, tata tertib dan kebijakan sekolah, digitalisasi sekolah dan keuangan sekolah, hingga penguatan konsep sekolah aman, sekolah ramah, sekolah sehat, dan sekolah yang menyenangkan.

Nur Khirin menegaskan, tujuan utama kegiatan tersebut adalah membangun kesepahaman antara sekolah dan orang tua agar seluruh program dapat berjalan dengan dukungan bersama.

“Yang paling penting dari kegiatan ini adalah memperkuat komunikasi, sinkronisasi, dan silaturahmi antara sekolah dengan orang tua. Dengan pemahaman yang sama, orang tua dapat menjadi mitra strategis dalam mendampingi anak-anak meraih masa depan yang sukses,” katanya.

Para Wali Murid siswa kelas X SMK Muhammadiyah 2 Boja saat mengikuti rapat komite sekolah

Sementara itu, Ketua Komite SMK Muhammadiyah 2 Boja, Wiji Ahmanto, menilai respons orang tua terhadap program-program sekolah sangat positif. Menurutnya, wali murid mulai memahami bahwa kemajuan sekolah membutuhkan dukungan dan keterlibatan bersama.

“Alhamdulillah, respons orang tua sangat baik. Mereka memahami bahwa berbagai program sekolah tidak akan bisa terealisasi tanpa dukungan dari orang tua, khususnya yang berkaitan dengan pendanaan seperti SPP, SPI, maupun kontribusi lainnya. Semua itu pada dasarnya merupakan investasi bersama untuk mempersiapkan masa depan anak-anak agar memperoleh layanan pendidikan yang semakin berkualitas,” ujar Wiji.

Dari kanan, Ketua Komite SMK Muhammadiyah 2 Boja, Wiji Ahmanto, Kepala sekolah, Nur Khirin, dan Waka Kesiswaan, Tugiman

Ia menambahkan, orang tua juga berharap sekolah terus melakukan peningkatan kualitas, baik dalam pelayanan kepada siswa dan wali murid maupun pengembangan kompetensi guru serta tenaga kependidikan.

“Kami berharap sekolah terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada peserta didik dan orang tua, serta memperkuat kompetensi SDM karena hal itu sangat menentukan kualitas lulusan di masa depan. Kami juga mendorong sekolah memperluas kerja sama dengan dunia usaha dan dunia industri, sehingga siswa memiliki lebih banyak kesempatan magang dan semakin siap memasuki dunia kerja setelah lulus,” pungkasnya.

Melalui rapat komite tersebut, SMK Muhammadiyah 2 Boja berharap kemitraan sekolah dan keluarga semakin kuat sehingga mampu melahirkan lulusan yang kompeten, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan. 

Dari SMP Negeri ke SMK Muhammadiyah, Kaliv Kejar Mimpi Jadi Desainer Jepang

Kaliv (duduk menghadap kamera) bersama teman-temannya dalam acara MPLS SMK Muhammadiyah 2 Boja

 Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMK Muhammadiyah 2 Boja menjadi momentum bagi siswa baru untuk mengenal lingkungan, budaya, serta karakter sekolah.

Salah satu peserta MPLS, Khalista Novelia Al Kalivi, lulusan SMP Negeri 2 Boja, mengaku siap beradaptasi dengan suasana baru di sekolah Muhammadiyah.

Siswi asal Meteseh Kecamatan Boja, tersebut mengatakan, meski sebelumnya menjadikan SMK Negeri 3 sebagai pilihan pertama saat Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB), ia tetap menerima hasil yang diperoleh dengan penuh semangat.

Menurutnya, masuk ke SMK Muhammadiyah 2 Boja bukan menjadi alasan untuk merasa kecewa.

“Saya tidak kecewa,” ujar Kaliv saat ditemui di sela kegiatan MPLS, Selasa (14/7/2026)

Di sekolah barunya, Kaliv memilih Program Keahlian Desain dan Produksi Busana (DPB).

Ia mengungkapkan pilihan tersebut juga mendapat dukungan dari orang tua.

Bahkan, jika memiliki kesempatan menentukan pilihan sendiri, ia tetap akan memilih bidang yang sama karena sesuai dengan minat dan ketertarikannya.

“Kalau memilih sendiri, saya tetap memilih desain karena memang sesuai dengan keinginan saya,” katanya.

Kaliv menuturkan, perpindahan dari lingkungan SMP negeri ke sekolah Muhammadiyah tidak membuatnya mengalami kesulitan berarti.

Ia justru mulai menikmati proses pengenalan lingkungan sekolah, termasuk memahami budaya dan kebiasaan yang diterapkan di SMK Muhammadiyah 2 Boja.

“Tidak ada rasa canggung,” ujarnya tersenyum.

Menurutnya, salah satu hal yang membedakan MPLS di SMK Muhammadiyah 2 dengan pengalaman sebelumnya di SMP adalah pengenalan budaya sekolah.

Dalam kegiatan tersebut, siswa baru diperkenalkan dengan nilai-nilai Muhammadiyah yang menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah.

Meski masih dalam tahap awal beradaptasi, Kaliv berharap dapat menjalani pendidikan dengan baik dan mampu mengembangkan kemampuan yang dimiliki.

Ia juga telah menyiapkan cita-cita setelah menyelesaikan pendidikan di SMK.

“Semoga bisa belajar dengan baik dan meraih cita-cita,” harapnya.

Kaliv bercita-cita menjadi seorang desainer profesional dan memiliki kesempatan berkarier di Jepang.

Ia berharap ilmu, pengalaman, serta keterampilan yang diperoleh selama belajar di SMK Muhammadiyah 2 Boja dapat menjadi bekal untuk mewujudkan impian

nya tersebut. 

PR IPM SMK Muhammadiyah 2 Boja Kawal MPLS, Bentuk Karakter Disiplin Siswa Baru

Ketua PR IPM SMK Muhammadiyah 2 Boja, Arlindy Bilqies Maulida berama pengurus PR IPM lainnya

Pengurus Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) SMK Muhammadiyah 2 Boja berperan aktif dalam menyukseskan kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027.

Selain membantu kelancaran kegiatan, para pengurus IPM juga bertugas membangun kedisiplinan dan tanggung jawab peserta didik baru.

Ketua PR IPM SMK Muhammadiyah 2 Boja, Arlindy Bilqies Maulida, siswi kelas XI Tata Busana, mengatakan keterlibatan IPM dalam MPLS menjadi bentuk tanggung jawab organisasi pelajar untuk membantu sekolah menciptakan kegiatan yang tertib dan kondusif.

“Setiap anggota pasti memiliki tanggung jawab masing-masing. Kami harus menjalankan tugas yang sudah diberikan, seperti mendisiplinkan anak-anak MPLS agar tertib dan memastikan seluruh kegiatan berjalan lancar,” ujar Arlindy. Selasa, (14/7/2026)

Ia menjelaskan, kegiatan MPLS berlangsung selama lima hari, mulai Senin hingga Jumat.

Sebelum kegiatan dimulai, para panitia terlebih dahulu mengikuti briefing bersama pembina sekitar pukul 06.20 WIB untuk mempersiapkan tugas masing-masing.

Istirahat bersama di sela-sela acara MPLS SMK Mhammadiyah 2 Boja

Dalam kepanitiaan MPLS, IPM berkolaborasi dengan Hizbul Wathan (HW). Dari unsur IPM terdapat 20 anggota, terdiri atas 10 siswa putra dan 10 siswa putri.

Secara keseluruhan, jumlah panitia bersama dirinya mencapai sekitar 34 orang.

Pembagian tugas dilakukan secara terstruktur. Setiap dua panitia bertanggung jawab mendampingi satu ruang kelas.

Seluruh tugas telah disusun dalam stopmap dan disesuaikan dengan jadwal kegiatan harian.

“Pasti ada rasa lelah dan capek, tetapi itu bagian dari tanggung jawab kami. Yang terpenting kegiatan bisa berjalan baik,” katanya.

Menurut Arlindy, tantangan terbesar selama MPLS adalah membantu siswa baru beradaptasi dengan lingkungan sekolah.

Sebagian peserta masih belum mengenal pendamping atau penanggung jawab kegiatan sehingga membutuhkan kesabaran dalam memberikan arahan.

Meski demikian, ia mengaku mendapat pengalaman positif karena bisa memperkuat kekompakan antarpanitia serta mengenal siswa baru. Ia berharap MPLS tahun ini berjalan sukses dan membawa dampak positif bagi perkembangan sekolah.

“Semoga MPLS dan kegiatan selanjutnya berjalan lancar. Semoga SMK Muhammadiyah 2 Boja semakin maju dan semua warga sekolah semakin semangat,” pungkasnya. 

645 Siswa Baru SMK Muhammadiyah 2 Boja Digembleng Jadi Kader Berkarakter

Pembukaan MPLS SMK Muhammadiyah 2 Boja 2026 ditandai dengan pelepasan balon udara

Sebanyak 645 siswa baru SMK Muhammadiyah 2 Boja mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2026/2027 dengan konsep pembentukan karakter, kemandirian, dan penguatan nilai Kemuhammadiyahan.

Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang pengenalan sekolah, tetapi juga menjadi langkah awal menyiapkan generasi berkemajuan.

645 siswa baru SMK Muhammadiyah 2 Boja mengikuti upacara pembukaan MPLS 2026

Kepala SMK Muhammadiyah 2 Boja, Nur Khirin, mengatakan pelaksanaan MPLS tahun ini mengacu pada Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026 serta pedoman Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Konsep yang diusung mengedepankan sekolah ramah anak, ramah lingkungan, aman, nyaman, dan menyenangkan.

“Dasar utama pelaksanaan MPLS tahun ini adalah Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026. Selain itu juga ada arahan dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah agar MPLS berjalan ramah anak, aman, nyaman, dan menyenangkan,” kata Nur Khirin.

Menurutnya, MPLS di sekolah Muhammadiyah memiliki ciri khas dengan adanya Forum Ta’aruf dan Orientasi Siswa (Fortasi).

Kepala SMK Muhammadiyah 2 Boja, Nur Khirin, S.Pd; M.Pd menyampaikan sambutan pembukaan MPLS

Melalui kegiatan tersebut, siswa tidak hanya mengenal lingkungan sekolah, tetapi juga memahami nilai organisasi Muhammadiyah dan dipersiapkan menjadi kader persyarikatan.

“Di sekolah Muhammadiyah kita tidak hanya MPLS, tetapi juga ada Fortasi. Anak-anak dikenalkan budaya sekolah sekaligus disiapkan menjadi kader melalui kegiatan semi kepemimpinan dan organisasi,” ujarnya.

Pelaksanaan MPLS berlangsung selama lima hari.

Tiga hari pertama difokuskan pada pengenalan lingkungan sekolah, sedangkan dua hari berikutnya diisi orientasi tentang Kemuhammadiyahan.

Ketua panitia MPLS SMK Muhammadiyah 2 Boja, Lina Murniasih, S.Pd

Ketua Panitia MPLS, Lina Murniasih, menjelaskan materi yang diberikan meliputi pengenalan sekolah, budaya positif, bijak bermedia sosial, profil pelajar Muhammadiyah berkemajuan, tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat, serta membangun hubungan positif dengan teman.

“Kegiatan ini berlangsung lima hari, Senin sampai Jumat. Selain mengenalkan sekolah, kami juga membentuk karakter dan budaya positif siswa baru,” jelas Lina.

Dalam kegiatan tersebut, sekolah menggandeng sejumlah pihak eksternal. Puskesmas memberikan edukasi kesehatan, pemeriksaan kesehatan gratis, hingga layanan Satu Sehat.

Sementara Polsek Boja dan Koramil memberikan materi tentang disiplin, bahaya narkoba, judi online, serta pembangunan karakter.

Unsur Al-Islam dan Kemuhammadiyahan juga menjadi materi utama. Organisasi otonom Muhammadiyah turut dilibatkan untuk mengenalkan gerakan Muhammadiyah kepada peserta didik baru.

Sebagian jajaran dewan guru SMK Muhammadiyah 2 Boja mengikuti upacara pembukaan MPLS 2026

Sebanyak 645 siswa mengikuti MPLS tahun ini, terdiri dari 440 siswa laki-laki dan 205 siswa perempuan.

Mereka berasal dari enam program keahlian, yakni Teknik Kendaraan Ringan (TKR), Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), Teknik Audio Video (TAV), Desain dan Produksi Busana (DPB), Lembaga Perbankan Syariah (LPS), serta Teknik Sepeda Motor (TSM).

“Mereka kita bagi dalam 12 kelompok dengan ruang kelas yang cukup untuk penyampaian materi,” ujarnya.

Pihak sekolah berharap MPLS menjadi pintu awal bagi siswa baru untuk merasa nyaman, mengenal budaya sekolah, dan siap menjalani pendidikan di SMK Muhammadiyah 2 Boja.

“Harapannya MPLS ini meningkatkan layanan penyambutan siswa baru dan membuat mereka semakin semangat belajar di SMK Muhammadiyah,” pungkas Lina