Mawar Novelita Sabet Juara 2 Fashion Show Budaya Jateng-DIY 2026

– Prestasi kembali ditorehkan Mawar Novelita Eka Putri. Siswi kelas XI Desain Produksi dan Busana (DPB) SMK Muhammadiyah 2 Boja itu meraih juara 2 kategori fashion show dalam Festival Tari dan Putra Putri Budaya Nusantara se-Jawa Tengah dan DIY 2026.

Ajang yang digelar 25 April 2026 di Wisma Perdamaian, Semarang, tersebut menjadi panggung unjuk kemampuan generasi muda dalam seni dan budaya.

Mawar tampil menonjol lewat pembawaan anggun, percaya diri, dan penguasaan panggung yang kuat hingga mampu mengungguli banyak peserta.

Guru pembimbing, Endang Retnoningsih, menegaskan keberhasilan Mawar bukan hasil instan.

“Kami latih secara serius, mulai dari catwalk, ekspresi wajah, gesture, hingga stage presence. Hasilnya terlihat dari penampilannya yang matang di panggung,” ujarnya, Selasa (28/4/2026).

Ia menyebut, minat Mawar di dunia modeling sudah tumbuh sejak dini. Meski tidak menonjol secara akademik, Mawar dinilai memiliki bakat dan determinasi kuat di bidang fashion show.

“Kemauannya besar, itu jadi kunci,” tegas Endang.

Kepala SMK Muhammadiyah 2 Boja, Nur Khirin, memberikan apresiasi tinggi atas capaian tersebut.

Menurutnya, prestasi Mawar menjadi bukti bahwa sekolah memberi ruang luas bagi pengembangan potensi siswa, tidak hanya akademik.

“Ini bukti siswa kami mampu bersaing dan membawa nama baik sekolah di level regional,” katanya.

Mawar dijadwalkan kembali tampil pada Semarang Night Carnival (SNC) 2026 dalam rangka HUT ke-479 Kota Semarang. Sekolah menargetkan prestasi lanjutan dari ajang tersebut. 

Semangat Kartini Bergema di SMK Muhammadiyah 2 Boja: Perempuan Berdaya, Berkarya, dan Berakhlak

 – Peringatan Hari Kartini di SMK Muhammadiyah 2 Boja, Selasa (21/4/2026), tak sekadar seremoni.

Dari lapangan upacara hingga panggung kreativitas, semangat emansipasi perempuan bergema—menguatkan peran perempuan masa kini yang setara, berdaya, namun tetap berakar pada nilai-nilai keislaman.

Kegiatan diawali dengan upacara pembukaan yang berlangsung khidmat, mengingatkan kembali perjuangan Raden Ajeng Kartini dalam memperjuangkan hak perempuan untuk belajar dan berkarya.

Usai upacara, suasana berubah semarak melalui fashion show antar jurusan dan lomba kuliner, menghias menu nasi goreng sebagai simbol bahwa keterampilan domestik seperti memasak bukanlah batasan, melainkan potensi yang bisa dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi dan kreativitas—baik oleh perempuan maupun laki-laki.yang diikuti para siswa dengan penuh antusias.

Dalam fashion show, para peserta menampilkan busana yang memadukan nilai tradisional dan modernitas.

Kebaya, batik, hingga busana muslimah kreatif tampil di atas panggung, merepresentasikan sosok perempuan yang anggun, percaya diri, sekaligus berprinsip.

Sementara itu, lomba kuliner menjadi ruang ekspresi lain bagi siswa untuk menunjukkan keterampilan dan kemandirian.

Menu nasi goreng disajikan dengan sentuhan inovasi, mencerminkan bahwa laki-laki maupun perempuan masa kini tidak hanya identik dengan dapur, tetapi juga mampu berinovasi dan berdaya secara ekonomi.

Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan, Tugiman, menegaskan bahwa peringatan Hari Kartini menjadi momentum penting untuk menanamkan nilai kesetaraan yang selaras dengan ajaran Islam.

“Semangat Kartini harus kita maknai secara utuh. Perempuan hari ini harus berani maju, berpendidikan, dan mandiri, tetapi tetap menjaga akhlak dan nilai-nilai Islam sebagai pondasi utama,” ujarnya.

Ia menambahkan, kesetaraan gender di era kekinian bukan berarti menanggalkan jati diri, melainkan membuka ruang yang adil bagi perempuan untuk berkembang tanpa kehilangan nilai moral dan spiritual.

“Islam sendiri telah memberikan ruang yang luas bagi perempuan untuk berperan di berbagai bidang. Tugas kita adalah menguatkan itu dalam praktik kehidupan sehari-hari,” imbuhnya.

Salah satu siswi peserta, mengaku bangga bisa terlibat dalam kegiatan tersebut.

Baginya, Hari Kartini menjadi pengingat bahwa perempuan memiliki peluang yang sama untuk bermimpi dan meraih masa depan.

“Sebagai perempuan, saya merasa lebih percaya diri. Kita bisa sekolah tinggi, bekerja, bahkan berwirausaha, tapi tetap menjadi pribadi yang santun dan menjaga nilai agama,” tuturnya.

Melalui peringatan ini, pihak sekolah berharap nilai-nilai perjuangan Kartini terus hidup dalam diri siswa—bukan hanya dalam simbol dan perayaan, tetapi dalam sikap, keberanian, dan kontribusi nyata.

Semangat perempuan berdaya yang cerdas, mandiri, dan berakhlak diharapkan menjadi fondasi kuat dalam menghadapi tantangan zaman.

Siswa SMK Muhammadiyah 2 Boja Lolos SNBP, Diterima di Politeknik Negeri Semarang.

Prestasi membanggakan kembali diraih siswa SMK Muhammadiyah 2 Boja, Kabupaten Kendal. Salah satu siswinya, Azyan Assyifa P Y, berhasil lolos melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) dan diterima di Politeknik Negeri Semarang (Polines) pada program studi Analisis Keuangan (D4).

Keberhasilan tersebut menjadi kabar menggembirakan bagi keluarga besar sekolah, sekaligus membuktikan bahwa siswa SMK mampu bersaing dan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri melalui jalur prestasi.

Kepala SMK Muhammadiyah 2 Boja, Nur Khirin, mengaku bersyukur dan bangga atas capaian yang diraih salah satu siswinya tersebut. Ia menilai keberhasilan Azyan merupakan buah dari kerja keras, kedisiplinan belajar, serta dukungan dari guru dan keluarga.

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dan bangga. Ini adalah bukti bahwa siswa SMK Muhammadiyah 2 Boja memiliki potensi besar untuk bersaing di perguruan tinggi negeri melalui jalur prestasi,” ujar Nur Khirin.

Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan bagi sekolah, tetapi juga diharapkan mampu memotivasi siswa lainnya agar terus berusaha meraih prestasi terbaik.

“Kami berharap capaian ini bisa menjadi inspirasi bagi adik-adik kelasnya untuk terus belajar dengan sungguh-sungguh, menjaga semangat, dan berani bercita-cita melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi,” tambahnya.

Ia juga menegaskan bahwa sekolah terus berkomitmen mendampingi dan memfasilitasi siswa yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, baik melalui jalur SNBP, SNBT, maupun jalur lainnya.

Program studi Analisis Keuangan (D4) di Politeknik Negeri Semarang sendiri merupakan salah satu program vokasi yang fokus pada penguatan kompetensi di bidang pengelolaan dan analisis keuangan.

Dengan diterimanya Azyan melalui jalur SNBP, SMK Muhammadiyah 2 Boja kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak lulusan yang berprestasi, berkarakter, dan mampu bersaing di dunia pendidikan maupun dunia kerja.