Dua Siswa SMK Muhammadiyah 2 Boja Raih Prestasi Membanggakan, Harumkan Nama Sekolah di Ajang Regional dan Nasional

Dua siswa SMK Muhammadiya 2 Boja kembali mengukir prestasi gemilang di tingkat regional dan nasional.

Aurelia Feta A, siswi kelas XI Desain Produksi Busana (DPB) 1, sukses meraih medali perunggu dalam ajang desain poster OlympicAD 8 di Makassar.

Sementara itu, Ataya Zidna A, siswi kelas XII DPB, berhasil meraih Juara 2 Kompetisi Siswa tingkat Kabupaten Kendal tahun 2026 kategori Fashion Technology.

Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa siswa SMK Muhammadiyah 2 Boja mampu bersaing secara kompetitif dan menunjukkan kualitas di berbagai bidang keahlian.

Keberhasilan ini juga memperkuat citra sekolah sebagai lembaga pendidikan yang mendorong pengembangan potensi peserta didik secara maksimal.

Aurelia Feta A meraih medali perunggu pada cabang desain poster dalam ajang OlympicAD 8 yang digelar di Makassar pada 11–15 Februari 2026.

Kompetisi tingkat nasional tersebut diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

Aurelia dinilai mampu menampilkan karya kreatif dengan konsep visual yang kuat, inovatif, dan sesuai tema lomba.

Sementara itu, Ataya Zidna A berhasil meraih Juara 2 pada ajang Lomba Kompetensi Siswa (LKS) SMK tingkat Kabupaten Kendal tahun 2026.

Pada kategori Fashion Technology, Ataya menunjukkan keterampilan teknis, kreativitas desain, serta ketelitian dalam proses produksi busana yang dinilai oleh dewan juri.

Kepala SMK Muhammadiyah 2 Boja, Nur Khirin menyampaikan apresiasi atas capaian kedua siswi tersebut.

Ia menegaskan bahwa prestasi ini merupakan hasil kerja keras, kedisiplinan, serta bimbingan yang berkelanjutan dari para guru.

“Kami sangat bangga atas prestasi yang diraih Aurelia dan Ataya. Ini membuktikan bahwa siswa kami mampu bersaing di tingkat kabupaten hingga nasional. Sekolah akan terus mendukung pengembangan bakat dan kompetensi peserta didik,” tegasnya.

Ia juga berharap keberhasilan ini dapat menjadi motivasi bagi siswa lain untuk terus berprestasi. Menurutnya, sekolah akan memperkuat program pembinaan, pelatihan, dan pendampingan lomba agar prestasi serupa dapat terus berlanjut.

Sementara itu, Aurelia mengaku bersyukur atas pencapaiannya.

“Saya tidak menyangka bisa meraih medali. Ini hasil dari latihan dan dukungan guru serta keluarga,” ujarnya singkat.

Ataya juga menyampaikan komitmennya untuk terus belajar dan meningkatkan kemampuan. “Prestasi ini menjadi motivasi untuk terus berkembang dan mengharumkan nama sekolah,” katanya.

Dengan capaian tersebut, kedua siswi diharapkan mampu menjadi teladan dan inspirasi bagi generasi muda di Kabupaten Kendal dalam meraih prestasi melalui kerja keras dan semangat belajar.

Dari Sore Hingga Subuh: Pesantren Ramadan SMK Muhammadiyah 2 Boja Bakar Semangat Ibadah Siswa

Ramadan 1447 Hijriah benar-benar disulap menjadi “kawah candradimuka” pembentukan karakter di SMK Muhammadiyah 2 Boja.

Selama sembilan hari penuh, sejak Senin hingga Kamis (23 Februari–5 Maret 2026), ratusan siswa digembleng dalam Pesantren Ramadan bertema “Pesantren Ramadan Menumbuhkan Karakter Siswa dan Budi Pekerti.”

Bukan sekadar kegiatan seremonial, program ini berlangsung maraton setiap pukul 16.30 hingga 06.00 WIB.

Para siswa bahkan bermalam di sekolah. Setiap sore, tiga hingga empat rombongan belajar dengan jumlah 100–130 siswa mengikuti rangkaian kegiatan secara bergilir.

Total ratusan pelajar terlibat dalam agenda yang diklaim sebagai pembinaan religius paling intens sepanjang tahun ajaran ini.

Ketua Panitia Pesantren Ramadan 1447 H SMK Muhammadiyah 2 Boja

Ketua panitia, Laveran Putra Rosada, menegaskan Pesantren Ramadan bukan hanya rutinitas tahunan, melainkan momentum pembinaan total.

“Pesantren Ramadan menjadi momentum pembinaan selama sembilan hari. Kegiatan ini mencakup pendalaman materi agama, shalat berjamaah, dan bimbingan rohani guna membentuk karakter pelajar Muhammadiyah yang taat ibadah,” tegasnya, Rabu sore (25/2/2026).

Setiap sore hari, kegiatan diawali dengan kultum oleh Pimpinan Muhammadiyah setempat hingga menjelang berbuka puasa bersama.

Suasana khidmat menyelimuti halaman sekolah saat adzan Maghrib berkumandang dan para siswa bergegas menunaikan shalat berjamaah. Usai Isya’ dan tarawih, peserta—khususnya kelas XI—mendapatkan kajian mendalam tentang shalat, pemahaman Al-Qur’an, hingga zakat, infak, dan sedekah.

“Seluruh peserta wajib mengikuti seluruh rangkaian kegiatan hingga selesai. Kami juga menyiapkan makan sahur karena mereka bermalam di sekolah,” ujar Laveran.

Ia berharap program ini tak sekadar menjadi kenangan Ramadan, tetapi benar-benar membentuk mental dan spiritual siswa.

“Kami ingin kegiatan ini menguatkan karakter religius dan semangat beribadah untuk meraih ketakwaan,” tandasnya.

Kepala SMK Muhammadiyah 2 Boja, Nur Khirin, S.Pd, M.Pd

Kepala sekolah, Nur Khirin, menyebut Pesantren Ramadan sebagai strategi besar pembentukan generasi unggul.

“Sebagai sekolah Muhammadiyah, kegiatan ini selaras dengan penguatan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan. Kami ingin siswa tidak hanya kompeten di bidangnya, tetapi juga berakhlak mulia dan berdaya saing,” tegasnya.

Saat ini, sekolah tersebut memiliki lebih dari seribu siswa yang tersebar di enam jurusan: Teknik Kendaraan Ringan, Teknik Sepeda Motor, Teknik Komputer dan Jaringan, Teknik Audio Video, Layanan Perbankan Syariah, serta Desain dan Produksi Busana. Ramadan kali ini, mereka tak hanya ditempa keterampilan—tetapi juga iman dan karakter.

Siap Tembus Pasar Kerja Jepang, 20 Siswa SMK Muhammadiyah 2 Boja Jalani MCU Ketat

 Sebanyak 20 siswa kelas XI SMK Muhammadiyah 2 Boja, Kabupaten Kendal, menjalani Medical Check Up (MCU) sebagai tahapan wajib persiapan kerja ke Jepang, Rabu (11/2/2026).

Pemeriksaan kesehatan tersebut dilaksanakan di Klinik Utama Pratama Semarang yang menjadi mitra sekolah dan lembaga penyalur tenaga kerja internasional.

MCU dilakukan untuk memastikan kesiapan fisik dan mental para siswa sebelum memasuki dunia kerja luar negeri.

Pemeriksaan meliputi cek kesehatan umum, tes darah dan urine, rontgen paru-paru, pemeriksaan tekanan darah, hingga tes bebas narkoba.

Seluruh peserta mengikuti rangkaian pemeriksaan secara tertib dan disiplin.

SMK Muhammadiyah 2 Boja merupakan sekolah unggulan Persyarikatan Muhammadiyah sekaligus Sekolah Menengah Kejuruan Pusat Keunggulan (SMK PK) yang mendapat mandat dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah untuk melaksanakan International Class Program (ICP). Salah satu program strategis ICP adalah program magang dan kerja ke Jepang.

Kepala SMK Muhammadiyah 2 Boja, Nur Khirin, menegaskan bahwa MCU menjadi bagian penting dari komitmen sekolah dalam menyiapkan lulusan berdaya saing global.

“MCU ini tahapan wajib. Kami tidak ingin mengirim siswa yang belum benar-benar siap. Mereka harus sehat, tangguh, dan mampu mengikuti ritme kerja di Jepang,” tegasnya.

Ia menambahkan, sekolah terus memperluas kerja sama dengan berbagai pihak untuk membuka peluang kerja internasional bagi lulusan.

“Kami tidak hanya mengejar penempatan kerja, tetapi membangun karakter disiplin, tanggung jawab, dan etos kerja tinggi,” katanya.

Pembimbing program kerja Jepang, Reyndra Alala, menjelaskan bahwa hasil MCU menjadi penentu kelanjutan seleksi.

“Jika lolos standar kesehatan, siswa bisa lanjut ke tahap wawancara perusahaan dan pengurusan visa kerja,” jelasnya.

Menurutnya, para peserta telah dibekali pelatihan bahasa Jepang, pembinaan mental, serta pemahaman budaya kerja sejak awal mengikuti program.

Salah satu peserta, Galih Pratama, mengaku termotivasi mengikuti seluruh tahapan.

“Saya sudah menyiapkan diri dari awal, belajar bahasa dan menjaga kesehatan. MCU ini menegangkan, tapi membuat saya semakin semangat,” ujarnya.

Melalui pelaksanaan MCU ini, SMK Muhammadiyah 2 Boja berharap seluruh peserta dapat melanjutkan proses hingga keberangkatan.

Program kerja ke Jepang tersebut menjadi bukti keseriusan sekolah mencetak lulusan profesional yang siap bersaing di tingkat internasional.

SMK Muhammadiyah 2 Boja Buka Jalan Kerja ke Jepang, Puluhan Siswa Siap Tembus Pasar Internasional

SMK Muhammadiyah 2 Boja menggelar Sosialisasi Program Pemagangan ke Jepang melalui IM Japan dan Smart IKAPEKSI, Rabu (4/2/2026). Kegiatan ini menjadi langkah konkret sekolah dalam menyiapkan lulusan berdaya saing global.

Sosialisasi yang berlangsung di lingkungan sekolah tersebut diikuti puluhan siswa kelas akhir dari berbagai jurusan. Mereka mendapatkan informasi lengkap terkait peluang magang kerja di Jepang, tahapan seleksi, persiapan bahasa dan budaya, hingga pendampingan keberangkatan.

Kepala SMK Muhammadiyah 2 Boja, Nur Khirin, menegaskan bahwa program ini merupakan bentuk komitmen sekolah dalam membuka akses kerja internasional bagi peserta didik.

“Ini bukan sekadar sosialisasi, tetapi jalan nyata bagi siswa untuk bekerja dan belajar langsung di Jepang. Kami ingin lulusan SMK Muha Boja berani bersaing di tingkat global,” tegasnya.

Ia menambahkan, program IM Japan dan Smart IKAPEKSI telah terbukti mampu mencetak tenaga kerja terampil, disiplin, dan bermental kuat.

“Kesempatan ini harus dimanfaatkan secara maksimal. Siswa harus serius mempersiapkan diri, baik fisik, mental, maupun kemampuan bahasa,” lanjutnya.

Perwakilan mitra program juga menekankan bahwa Jepang masih membuka peluang besar bagi tenaga muda Indonesia yang memiliki kompetensi dan etos kerja tinggi.

“Kami mencari peserta yang siap kerja, siap disiplin, dan siap berproses. Yang lolos seleksi akan mendapatkan pembinaan intensif hingga berangkat,” ujarnya.

Antusiasme peserta terlihat dari tingginya partisipasi dalam sesi tanya jawab. Para siswa aktif menggali informasi mengenai persyaratan, biaya, durasi magang, serta prospek karier setelah kembali ke Indonesia.

Salah satu peserta, Fajar Sulistiyanto (19), mengaku termotivasi mengikuti program tersebut.

“Ini peluang besar untuk masa depan. Saya ingin membuktikan bahwa lulusan SMK juga bisa sukses di luar negeri,” katanya.

Melalui kegiatan ini, SMK Muhammadiyah 2 Boja menegaskan perannya sebagai sekolah vokasi yang adaptif terhadap kebutuhan industri global. Sekolah berharap semakin banyak lulusan yang mampu meraih pengalaman internasional dan menjadi tenaga profesional berdaya saing tinggi.

Dengan dukungan program pemagangan ke Jepang, SMK Muha Boja optimistis dapat mencetak generasi muda yang mandiri, unggul, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja internasional.